Pages

Tuesday, September 20, 2016

Makalah UMAR BIN KHATHAB

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
            Perkembangan Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat adalah merupakan Agam Islam pada zaman keemasan, hal itu bisa terlihat bagaimana kemurnian Islam itu sendiri dengan adanya pelaku dan faktor utamanya yaitu Rasulullah SAW. Kemudian pada zaman selanjutnya yaitu zaman para sahabat, terkhusus pada zaman Khalifah empat atau yang lebih terkenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin, Islam berkembang dengan pesat dimana hampir 2/3 bumi yang kita huni ini hampir dipegang dan dikendalikan oleh Islam. Hal itu tentunya tidak terlepas dari para pejuang yang sangat gigih dalam mempertahankan dan juga dalam menyebarkan islam sebagai agama Tauhid yang diridhoi.
            Perkembangan islam pada zaman inilah merupakan titik tolak perubahan peradaban kearah yang lebih maju. Maka tidak heran para sejarawan mencatat bahwa islam pada zaman Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin merupakan islam yang luar biasa pengaruhnya. Namun yang terkadang menjadi pertanyaan adalah kenapa pada zaman sekarang ini seolah kita melupakannya. Sekaitan dengan itu perlu kiranya kita melihat kembali dan mengkaji kembali bagaimana sejarah islam yang sebenarnya.
            Dalam sejarah Islam, tak ada orang yang begitu sering disebut sebut namanya sesudah Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam seperti nama Umar bin Khattab. Nama itu disebut-sebut dengan penuh  kagum dan sekaligus rasa hormat bila dihubungkan dengan segala yang diketahui orang tentang sifat-sifatnya dan bawaannya yang begitu agung dan cemerlang. Jika orang berbicara tentang zuhud meninggalkan kesenangan dunia padahal orang itu mampu hidup senang, maka orang akan teringat pada zuhud Umar.

B.     Rumusan Masalah
            Agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam penyusunan makalah ini, maka saya merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Latar belakang keturunan Umar bin Khatthab
2.      Sejarah masuk Islamnya Umar bin Khattab
3.      Pelantikan menjadi khalifah pengganti Abu Bakar Ash-Shiddiq
4.      Peradaban Islam pada masa Khalifah Umar bin Khatthab
5.      Wafatnya Umar bin Khatthab.

C.     Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
a.      mampu mengetahui siapa dan apa saja yang berhubungan dengan keturunan Umar bin Khatthab.
b.      mampu memahami dan mengerti apa sejarah atau penyebab masuk Islamnya Umar bin khatthab.
c.       mengetahui proses pengangkatan Umar menjadi Khalifah
d.      mengetahui aspek-aspek peradaban apa saja yang muncul / berkembang pada masa khalifah umar bin khatthab.
e.      mengetahui apa yang melatar belakangi wafatnya umar bin khatthab.



BAB II
PEMBAHASAN
KHALIFAH UMAR BIN KHATHAB
A.    Riwayat Silsilah keturunan Umar bin Khathab
            Umar bin Khatab (583-644) memiliki nama lengkap Umar bin Khathab bin Nufail bin Abd Al-Uzza bin Ribaah bin Abdillah bin Qart bin razail bin ‘Adi bin Ka’ab bin Lu’ay, adalah khalifah kedua yang menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Umar bin khattab lahir di Mekkah pada tahun 583 M, dua belas tahun lebih muda dari Rasulullah Umar juga termasuk kelurga dari keturunan Bani Suku Ady (Bani Ady). Suku yang sangat terpandang dan berkedudukan tinggi dikalangan orang-orang Qurais sebelum Islam. Umar memiliki postur tubuh yang tegap dan kuat, wataknya keras, pemberani dan tidak mengenal gentar, pandai berkelahi, siapapun musuh yang berhadapan dengannya akan bertekuk lutut. Ia memiliki kecerdasan yang luar biasa, mampu memperkirakan hal-hal yang akan terjadi dimasa yang akan datang, tutur bahasanya halus dan bicaranya fasih.
            Umar bin Khatthab adalah salah satu sahabat terbesar sepanjang sejarah sesudah Nabi Muhammad SAW.Peranan umar dalam sejarah Islam masa permulaan merupakan yang paling menonjol kerena perluasan wilayahnya, disamping kebijakan-kebijakan politiknya yang lain. Adanya penaklukan besar-besaran pada masa pemerintahan Umar merupakan fakta yang diakui kebenarannya oleh para sejarahwan. Bahkan, ada yang mengatakan, bahwa jika tidak karena penaklukan-penaklukan yang dilakukan pada masa Umar, Isalm belum tentu bisa berkembang seperti zaman sekarang.
            Khalifah Umar bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang sangat disayangi rakyatnya karena perhatian dan tanggungjawabnya yang luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan pengawasan langsung dan sendirian berkeliling kota mengawasi kehidupan rakyatnya.
            Sebelum memeluk Islam, sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Sebagaimana yang ia katakan sendiri, "Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku". Mabuk-mabukan juga merupakan hal yang umum dikalangan kaum Quraish. Beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi muslim, ia tidak menyentuh alkohol sama sekali, meskipun belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas.
            Umar bin Khatthab adalah seorang mujtahid yang ahli dalam membangun negara besar yang ditegakkan atas prinsip-prinsip keadilan, persamaan, dan persaudaraan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Dalam banyak hal Umar bin Khatthab dikenal sebagai tokoh yang sangat bijaksana dan kreatif, bahkan genius. Beberapa keunggulan yang dimiliki Umar, membuat kedudukannya semakin dihormati dikalangan masyarakat Arab, sehingga kaum Qurais memberi gelar ”Singa padang pasir”, dan karena kecerdasan dan kecepatan dalam berfikirnya, ia dijuluki ”Abu Faiz”.
            Di antara keluarga Umar bin Khattab yang telah mendapat hidayah dan memeluk Islam adalah Sa’ad bin Zaid, yang merupakan saudara ipar Umar yang telah menikah dengan adik Umar yang bernama Fatimah, yang juga memeluk Islam. Nu’ami bin Abdullah, juga merupakan salah seorang anggota keluarga Umar yang cukup kharismatik telah menyatakan keIslamannya.
            Kondisi demikian memberikan pengaruh tersendiri terhadap Umar bin Khattab, sehingga tidak aneh jika Umar merasa geram dengan anggota keluarganya yang telah meninggalkan ajaran nenek moyangnya. Kemarahan Umar bin Khattab tampaknya tidak saja tertuju kepada kelurganya, tetapi juga kepada penyebab utama sehigga keluarganya meninggalkan ajaran lama. Menurut umar, penyebab itu tidak lain adalah Muhammad saw yang telah mengembangkan misinya di daerah Arab. Oleh karena itu, tidak heran jika Umar adalah seorang yang paling keras memusuhi kaum muslim.
            Setelah ia menyaksikan keluarga dan sebagian orang Arab menyatakan masuk Islam maka terjadi dialog pemikiran dalam dirinya, dialog itu seperti perenungan yang kadang kala menjadi peperangan untuk menentukan dan mencari hakekat kebenaran.  Diriwayatkan ketika Umar mendapatkan saudaranya sedang melantunkan ayat quran dengan suara yang indah, redamlah emosi Umar. Setelah itu ia menemui Nabi Muhammad dan menyatakan masuk Islam pada tahun keenam dari masa kenabian. Islamnya Umar membawa pengaruh yang besar bagi perjuangan Nabi Muhammad.

B.     Sejarah Masuk Islamnya Umar bin Khatthab
            Kita ketahui sebelumnya bahwa Umar bin Khatthab dilahirkan di Mekkah dari keturunan suku Quraish yang terpandang dan terhormat. Nabi 'alaihis-salam memang ingin sekali Islam dapat diperkuat dengan orang yang kuat dan berani, yang tidak takut menghadapi musuh dalam membela akidah. Lalu Nabi Muhammad berdoa :
"'Ya Allah, perkuat Islam dengan Abul-Hakam bin Hisyam atau Umar bin al-Khattab."
            Umar adalah  laki-laki berwajah keras, kasar mulut dan keras kepala. la tidak peduli dan tidak gentar menghadapi perang. Sedang Umar sudah kita lihat sendiri. Keislaman keduanya jelas akan memperkuat Islam, dan banyak yang akan mereka lindungi dari penganiayaan. Tetapi Abul-Hakam seperti sudah disebutkan di atas  banyak terpengaruh oleh faktor persaingan antarkeluarga, sehingga untuk beriman kepada agama yang dibawa oleh Muhammad bukan soal mudah.
            Umar adalah seorang Seorang pemuda yang gagah perkasa berjalan dengan langkah yang mantap mencari Nabi hendak membunuhnya. Ia sangat membenci Nabi, dan agama baru yang dibawanya. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seseorang yang bernama Naim bin Abdullah yang menanyakan tujuan perjalanannya tersebut. Kemudian diceritakannya niatnya itu. Dengan mengejek, Naim mengatakan agar ia lebih baik memperbaiki urusan rumah tangganya sendiri terlebih dahulu.
            Maka ia pun mendatangi Muhammad yang sedang berada di tengah-tengah para sahabatnya di Darul Arqam di Safa, atau mengikutinya dalam perjalanan pulang dari tempat ia salat di Ka'bah ke rumahnya. Setelah ditanya oleh Rasulullah: Apa maksud kedatanganmu?! Tanpa ragu ia menjawab: "Kedatangan saya hendak beriman kepada Allah dan kepada Rasulullah.
            Sebelum ia datang ke Nabi Muhammad Saw, salah satu sebab Umar bin Khatthab masuk islam. Sumber-sumber menyebutkan bahwa Umar memang sangat sedih karena sesama anggota masyarakatnya telah pergi meninggalkan tanah air," sesudah mereka disiksa dan dianiaya. Selalu ia memikirkan hendak mencari jalan untuk menyelamatkan mereka dari keadaan demikian. Ia berpendapat keadaan ini baru akan dapat diatasi apabila ia segera mengambil tindakan tegas. Ketika itulah ia mengambil keputusan akan membunuh Muhammad. Selama ia masih ada, Kuraisy tak akan bersatu. Suatu pagi ia pergi dengan pedang terhunus di tangan hendak membunuh Rasulullah dan beberapa orang sahabatnya yang sudah diketahuinya mereka sedang berkumpul di Darul Arqam di Safa.
            Jumlah mereka hampir empat puluh orang laki-laki dan perempuan. Sementara dalam perjalanan itu ia bertemu dengan Nu'aim bin Abdullah yang laiu menanyakan: "Mau ke mana?" dan dijawab oleh Umar: "Saya sedang mencari Muhammad, itu orang yang sudah meninggalkan kepercayaan leluhur dan memecah belah Kuraisy, menistakan lembaga hidup kita, menghina agama dan sembahan kita. Akan saya bunuh dia!". "Anda menipu diri sendiri, Umar. Anda kira Abdu-Manaf akan membiarkan Anda bebas berjalan di bumi ini jika sudah membunuh Muhammad? Tidakkah lebih baik Anda pulang dulu menemui keluargamu dan luruskan mereka!" "Keluarga saya yang mana?" tanya Umar. Kawannya itu menjawab: "Ipar dan sepupu Anda Sa'id bin Zaid bin Amr, dan adikmu Fatimah binti Khattab. Kedua mereka sudah masuk Islam dan menjadi pengikut Muhammad. Mereka itulah yang harus Anda hadapi."
            Umar kembali pulang hendak menemui adik perempuannya dan Iparnya dengan kemarahan. Ketika itu di sana Khabbab bin al-Arat yang sedang memegang lembaran-lembaran Qur'an membacakan kepada mereka Surah Toha. Begitu mereka merasa ada Umar datang, Khabbab bersembunyi di kamar mereka dan Fatimah menyembunyikan kitab itu. Setelah berada dekat dari rumah itu ia masih mendengar bacaan Khabbab tadi, dan sesudah masuk langsung ia menanyakan: "Saya mendengar suara bisik-bisik apa itu?" "Saya tidak mendengar apa-apa," Fatimah menjawab. "Tidak!" kata Umar lagi, "Saya sudah mendengar bahwa kamu berdua sudah menjadi pengikut Muhammad dan agamanya!" Ia berkata begitu sambil menghantam Sa'id bin Zaid keras-keras. Fatimah, yang berusaha hendak melindungi suaminya, juga mendapat pukulan keras. Melihat tindakan Umar yang demikian, mereka berkata: "Ya, kami sudah masuk Islam, dan kami beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Sekarang lakukan apa saja sekehendak Anda!" Melihat darah di muka adiknya itu Umar merasa menyesal, dan menyadari apa yang telah diperbuatnya. "Ke marikan kitab yang saya dengar kalian baca tadi," katanya. "Akan saya lihat apa yang diajarkan Muhammad!" Fatimah berkata: "Kami khawatir akan Anda sia-siakan." "Jangan takut," kata Umar. Lalu ia bersumpah demi dewa-dewanya bahwa ia akan mengembalikannya bilamana sudah selesai membacanya. Lalu Umar membaca Surah At-Toha yang dibaca oleh adiknya :
            "Bahwa ini sungguh perkalaan Rasul yang mulia. Itu bukanlah perkataan seorang penyair; sedikit sekali kamu percaya!"
"Juga bukan perkataan seorang peramal; sediklt sekali kamu mau menerima peringatan. (lni adalah wahyu) yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Dan kalau dia mengada-adakan perkataan atas nama Kami, pasti Kami tangkap dia dengan tangan kanan, kemudian pasti Kami potong pembuluh jantungnya. Maka tak seorang pun dari kamu dapat mempertahankannya."
            Kitab itu diberikan oleh Fatimah. Sesudah sebagian dibacanya, ia berkata: "Sungguh indah dan mulia sekali kata-kata ini!" Mendengar kata kata itu Khabbab yang sejak tadi bersembunyi keluar dan katanya kepada Umar: "Umar, demi Allah saya sangat mengharapkan Allah akan memberi kehormatan kepada Anda dengan ajaran Rasul-Nya ini. Kemarin saya mendengar ia berkata: 'Allahumma ya Allah, perkuatlah Islam dengan Abul-Hakam bin Hisyam atau dengan Umar bin Khattab.' Berhati-hatilah, Umar!'" Ketika itu Umar berkata: "Khabbab, antarkan saya kepada Muhammad. Saya akan menemuinya dan akan masuk Islam," dijawab oleh Khabbab dengan mengatakan: "Dia dengan beberapa orang sahabatnya di sebuah rumah di Safa." Umar mengambil pedangnya dan pergi langsung mengetuk pintu di tempat Rasulullah dan sahabat-sahabatnya berada.

C.     Sejarah diangkatnya / proses pengangkatan Umar bin Khatthab menjadi Khalifah
            Pada musim panas tahun 364 M Abu Bakar menderita sakit dan akhirnya wafat pada hari senin 21 Jumadil Akhir 13 H/22Agustus 634 M dalam usia 63 tahun. Sebelum beliau wafat telah menunjuk Umar bin Khatab sebagai penggantinya sebagai khalifah. Penunjukan ini berdasarkan pada kenangan beliau tentang pertentangan yang terjadi antara kaum Muhajirin dan Ansor. Dia khawatir kalau tidak segera menunjuk pengganti dan ajar segera dating, akan timbul pertentangan dikalangan umat islam yang mungkin dapat lebih parah dari pada ketika Nabi wafat dahulu.
            Dengan demikian, ada perbedaan antara prosedur pengangkatan Umar bin Khatab sebagai khalifah dengan khalifah sebelumnya yaitu Abu Bakar . Umar mendapat kepercayaan sebagai khalifah kedua tiddak melalui pemilihan dalam system musyawarah yang terbuka, tetapi melalui penunjukan atau watsiat oleh pendahulunya (Abu Bakar).
            Ketika Abu Bakar merasa dirinya sudah tua dan ajalnya sudah dekat.yang terlintas difikirannya adalah siapa yang akan menggantikannya sebagai khalifah kelak. Abu Bakar minta pendapat kepada para tokoh sahabat seperti Usman bin Affan, Ali bin Abithalib, Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Usaid bin Khudur mereka menyetujui usulan Abu Bakar bahwa Umar bin Khattab akan diangkat sebagai penggantinya. Setelah Abu Bakar wafat, para sahabat membai’at Umar sebagai khalifah.
            Hal ini dilakukan khalifah guna menghindari pertikaian politik antar umat Islam sendiri. Beliau khawatir kalau pengangkatan itu dilakukan melalui proses pemilihan pada masanya maka situasinya akan menjadi keruh karena kemungkinan terdapat banyak  kepentingan yang ada diantara mereka yang membuat negara menjadi tidak stabil sehingga pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Islam akan terhambat. Pada saat itu pula Umar di bai’at oleh kaum muslimin, dan secara langsung beliau diterima sebagai khalifah yang resmi yang akan menuntun umat Islam pada masa yang penuh dengan kemajuan dan akan siap membuka cakrawala di dunia muslim. Beliau diangkat sebagai khlifah pada tahun 13H/634M.

D.    Pemerintahan dan Peradaban islam pada Masa Khalifah Umar bin Khatthab
            Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan islam pada jaman Umar.
            Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Masa kekhalifahan Abu Baka. Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan islam pada jaman UmaSejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan.
            Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pean Qadisiyyah ( 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.
            Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk salat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia salat.

E.     Wafatnya Umar bin Khatthab
             Setelah menjalankan pemerintahan selama 10 tahun, khalifah Umar bin Khattab meningga akibat dibunuh oleh seorang Majusi bernama Abdul Mughirah yang biasa dipanggil  Abu Lu’luah karena merasa tidak puas terhadap jawaban Umar ketika mengadu tentang besarnya jumlah pajak yang harus dibayar.
Setelah Umar bin Khattab wafat Majelis Permusyawaratan tadi mengadakan pemilihan di rumah al-Miswar bin Marhamah, kecuali Thalhah bin Abdillah yang tidak dapat hadir pada saat itu. Dalam pemilihan itu akhirnya pendapat tertuju kepada Utsman bin Af fan dan jadilah beliau sebagai khalifah yang ketiga dan menjabat selama ± 12 tahun (644-656M).
            Orang yang membunuh Umar adalah seorang Majusi bernama Abdul Mughirah yang biasa dipanggil Abu Lu’lu’ah. Disebutkan bahwa ia membunuh Umar karena ia pernah datang mengadu kepada Khalifah Umar tentang berat dan banyaknya kharaj (pajak) yang harus dia keluarkan, tetapi Khalifah Umar menjawab, “Kharajmu tidak terlalu banyak.” Dia kemudian pergi sambil menggerutu, “Keadilannya men jangkau semua orang kecuali aku.” Ia lalu berjanji akan membunuhnya. Dipersiapkanlah sebuah pisau belati yang telah diasah dan diolesi dengan racun -orang ini adalah ahli berbagai kerajinan- lalu disimpan di salah satu sudut masjid. Tatkala Khalifah Umar berangkat ke masjid seperti biasanya menunaikan shalat subuh, langsung saja ia menyerang. Dia menikamnya dengan tiga tikaman dan berhasil merobohkannya. Kemudian setiap orang yang berusaha mengepung dirinya diserangnya pula. Sampai ada salah seorang yang berhasil menjaringkan kain kepadanya. Setelah melihat bahwa dirinya terikat dan tidak bisa ber kutik, dia membunuh dirinya dengan pisau belati yang dibawanya.
            Itulah berita yang disebutkan para perawi tentang pembunuhan Umar Radhiyallahu ‘anhu. Barangkali di balik peristiwa pembunuhan ini terdapat konspirasi yang dirancang oleh banyak pihak di antaranya orang-orang Yahudi, Majusi, dan Zindiq. Sangat tidak mungkin per buatan kriminal ini dilakukan semata-mata karena kekecewaan pribadi karena banyaknya kharoj yang harus dikeluarkannya. Wallahu a’lam.
            Ketika diberitahukan bahwa pembunuhnya adalah Abu Lu’lu’ah, Khalifah Umar berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak menjadikan kematianku di tangan orang yang mengaku Muslim.” Umar kemudian berwasiat kepada putranya, “Wahai Abdullah, periksalah utang- utangku!”
            Setelah dihitung, ternyata Umar mempunyai utang sejumlah 86.000 dirham. Khalifah Umar lalu berkata, “Jika harta keluarga Umar sudah mencukupi, bayarlah dari harta mereka. Jika tidak mencukupi, pintalah kepada bani Addi. Jika harta mereka juga belum mencukupi, mintalah kepada Quraisy.” Selanjutnya Umar berkata kepada anaknya, “Pergilah menemui Ummul Mu’minin Aisyah! Katakan bahwa Umar meminta izin untuk dikubur berdampingan dengan kedua sahabatnya (maksudnya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu).” Mendengar permintaan ini, Aisyah Radhiyallahu ‘anha menjawab, “Sebetulnya tempat itu kuinginkan untuk diriku sendiri, tetapi biarlah sekarang kuberikan kepadanya.” Setelah hal ini disampaikan kepadanya, Umar langsung memuji Allah.



BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Umar bin Khatthab adalah salah satu sahabat terbesar sepanjang sejarah sesudah Nabi Muhammad SAW.Peranan umar dalam sejarah Islam masa permulaan merupakan yang paling menonjol kerena perluasan wilayahnya, disamping kebijakan-kebijakan politiknya yang lain. Adanya penaklukan besar-besaran pada masa pemerintahan Umar merupakan fakta yang diakui kebenarannya oleh para sejarahwan. Bahkan, ada yang mengatakan, bahwa jika tidak karena penaklukan-penaklukan yang dilakukan.



DAFTAR PUSTAKA
Ahsanuddin.2008.Modul ski XI untuk SMA atau MA Semester Gasal.
Surakarta: CV Hayati Tumbuh Subur
Atik Catur Budiati.2009.ski Kontekstual: untuk SMA & MA Kelas XI.
Jakarta:Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Budiyono.2009.ski: untuk SMA/MA Kelas XI.Jakarta : Pusat Perbukuan
           ,Departemen Pendidikan Nasional
Puji Raharjo. 2009.ski: untuk SMA/MA Kelas XI.Jakarta : Pusat
Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional
Dina Dwi Lading. 2009.ski: untuk SMA/MA Kelas XI.Jakarta : Pusat
Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional
Wida Widiyanti. 2009.ski: untuk SMA/MA Kelas XI.Jakarta : Pusat
Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional


Sunday, June 19, 2016

cerita bahasa inggris little red riding hood


Once upon a time in the middle of a thick forest stood a small cottage, the home of a pretty little girl known to everyone as Little Red Riding Hood. One day, her Mummy waved her goodbye at the garden gate, saying: "Grandma is ill. Take her this basket of cakes, but be very careful. Keep to the path through the wood and don't ever stop. That way, you will come to no harm." 

Little Red Riding Hood kissed her mother and ran off. "Don't worry," she said, "I'll run all the way to Grandma's without stopping." 

Full of good intentions, the little girl made her way through the wood, but she was soon to forget her mother's wise words. "What lovely strawberries! And so red." 

Laying her basket on the ground, Little Red Riding Hood bent over the strawberry plants. "They're nice and ripe, and so big! Yummy! Delicious! Just another one. And one more. This is the last. Well, this one Mmmm." The red fruit peeped invitingly through the leaves in the grassy glade, and Little Red Riding Hood ran back and forth popping strawberries into her mouth. Suddenly she remembered her mother, her promise, Grandma and the basket and hurried back towards the path. The basket was still in the grass and, humming to herself, Little Red Riding Hood walked on. 
The wood became thicker and thicker. Suddenly a yellow butterfly fluttered down through the trees. Little Red Riding Hood started to chase the butterfly. 

"I'll catch you! I'll catch you!" she called. Suddenly she saw some large daisies in the grass. 

"Oh, how sweet!" she exclaimed and, thinking of Grandma, she picked a large bunch of flowers. 

In the meantime, two wicked eyes were spying on her from behind a tree a strange rustling in the woods made Little Red Riding Hood's heart thump. 

Now quite afraid she said to herself. "I must find the path and run away from here!" 

At last she reached the path again but her heart leapt into her mouth at the sound of a gruff voice which said: "Where are you going, my pretty girl, all alone in the woods?" 

"I'm taking Grandma some cakes. She lives at the end of the path," said Little Riding Hood in a faint voice. 

When he heard this, the wolf (for it was the big bad wolf himself) politely asked: "Does Grandma live by herself?" 

"Oh, yes," replied Little Red Riding Hood, "and she never opens the door to strangers!" 

"Goodbye. Perhaps we'll meet again," replied the wolf. Then he loped away thinking to himself "I'll gobble the grandmother first, then lie in wait for the grandchild!" At last, the cottage came in sight. Knock! Knock! The wolf rapped on the door. 

"Who's there?" cried Grandma from her bed. 

"It's me, Little Red Riding Hood. I've brought you some cakes because you're ill," replied the wolf, trying hard to hide his gruff voice. 

"Lift the latch and come in," said Grandma, unaware of anything amiss, till a horrible shadow appeared on the wall. Poor Grandma! For in one bound, the wolf leapt across the room and, in a single mouthful, swallowed the old lady. Soon after, Little Red Riding Hood tapped on the door. 

"Grandma, can I come in?" she called. 

Now, the wolf had put on the old lady's shawl and cap and slipped into the bed. Trying to imitate Grandma's quavering little voice, he replied: "Open the latch and come in! 

"What a deep voice you have," said the little girl in surprise. 

"The better to greet you with," said the wolf. 

"Goodness, what big eyes you have." 

"The better to see you with." 

"And what big hands you have!" exclaimed Little Red Riding Hood, stepping over to the bed. 

"The better to hug you with," said the wolf. 

"What a big mouth you have," the little girl murmured in a weak voice. 

"The better to eat you with!" growled the wolf, and jumping out of bed, he swallowed her up too. Then, with a fat full tummy, he fell fast asleep. 

In the meantime, a hunter had emerged from the wood, and on noticing the cottage, he decided to stop and ask for a drink. He had spent a lot of time trying to catch a large wolf that had been terrorizing the neighborhood, but had lost its tracks. The hunter could hear a strange whistling sound; it seemed to be coming from inside the cottage. He peered through the window and saw the large wolf himself, with a fat full tummy, snoring away in Grandma's bed. 

















"The wolf! He won't get away this time!" 

Without making a sound, the hunter carefully loaded his gun and gently opened the window. He pointed the barrel straight at the wolf's head and BANG! The wolf was dead. 

"Got you at last!" shouted the hunter in glee. "You'll never frighten anyone again. 

He cut open the wolf's stomach and to his amazement, out popped Grandma and Little Red Riding Hood, safe and unharmed. 

"You arrived just in time," murmured the old lady, quite overcome by all the excitement. 

"It's safe to go home now," the hunter told Little Red Riding Hood. "The big bad wolf is dead and gone, and there is no danger on the path. 

Still scared, the little girl hugged her grandmother. Oh, what a dreadful fright!" 

Much later, as dusk was falling, Little Red Riding Hood's mother arrived, all out of breath, worried because her little girl had not come home. And when she saw Little Red Riding Hood, safe and sound, she burst into tears of joy. 

After thanking the hunter again, Little Red Riding Hood and her mother set off towards the wood. As they walked quickly through the trees, the little girl told her mother: "We must always keep to the path and never stop. That way, we come to no harm!" 


Sunday, May 15, 2016

Contoh Susunan Acara Pernikahan

SUSUNAN ACARA PERNIKAHAN
ANTARA ANANDA SANUSI DENGAN ANANDA RISMA WATI
Minggu 04 Mei 2014

Para hadirin tamu undangan yang saya hormati dan calom kedua mempelai yang berbahagia, sehubungan dengan keluarga besan sudah tiba dan waktu beranjak siang, alangkah baiknya acara yang sangat membahagiakan ini kita mulai saja.

Hadirin Undangan yang kami hormati. Siang yang indah penuh kebahagiaan kita rasakan bersama, karena pada hari ini. Minggu 04 Mei 2014, bapak dan ibu dapat menghadiri resepsi pernikahan yang diselenggarakan oleh Bapak MUHAIMIN.

Maha besar Allah dengan segala keagungan-Nya yang telah menjaga, menuntun, dan menyatukan sapasang kekasih hati menjadi satu cinta untuk merenda tali sayang dalam bahligai rumah tangga.

Ananda SANUSI Putra KeDUA dari Bapak ANA dan Ibu MARHANAH dari Negeri Tetangga ENGGALREJO Mempersunting Ananda MAEMUNAH Putri Pertama Bapak MUHAIMIN dan Ibu JUARIAH di desa saleh jaya ini.

Setelah akad nikah mereka berjanji “Menjaga rasa cinta untuk terus bertahan di atas rasa sayang dan berjalan dengan rasa rindu untuk terus menyatu, aku ingin bersamamu menggapai cita dan asa menuju harapan sejati hanya untuk mendapat ridho ilahirobii”, Sungguh indah dan mulianya cinta yang telah mereka bina.

? Hadirin, bapak/ibu yang kami hormati, Sejenak kita palingkan pandangan kita ke tempat singgasana raja dan ratu sehari semalam yang begitu indah, dan menawan bagaikan istana di negeri dongeng, ini merupakan cipta karya kedua mempelai dalam memadu cinta.

Bismillah hirrohman nirrohim…
Assalamualaikum Wr, Wb.

Seuntai kata yang dirangkai menjadi kalimat, sebait syair yang dirangkai menjadi lagu. Izinkanlah salam terucap bagi hadirin,walau tangan ini tak bersentuh.

Buah pisang di bawa pulang
Batangnya jangan lupa ditebang
kami ucapkan selamat datang
para tamu yang tersayang
 
ARAB/Mukodimah (dalam mukodimah terserah)Yang Terhormat
-          Kepada Bpk kepala desa SALEH JAYA beserta IBU atau yang mewakilinya, yang terimakasih sudah memenuhi undangan kami.

Yang Kami Hormati
-          Bpk Sohibul Hajat
-          Bpk Kadus 3 saleh jaya
-          Bpk Ketua BPD beserta rombongan.
-          Bapak P2N
-          Bpk Asep Hidayat selaku Pengisi hikmah pernikahan
-          Rombongan mempelai Pria yang telah tiba dikediaman mempelai Wanita
-          Tokoh masyarakat, Alim Ulama, Ust dan Ustadzah. 

Dan Bapak2, ibu2 Tamu Undangan yang saya Hormati.
Dan yang tak terlupakan, yang terISTIMEWA kedua Mempelai yang BERBAHAGIA.

Alhamdulilahirobbal alamin, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan kasih sayang kepada hamba-hambanya yang beriman untuk mendapat ridho dan barokah-Nya. Serta memberikan nikmat sehat wal’afiat sehingga kita dapat berkumpul bersama ditempat yang bahagia ini.

Sungguh kebahagiaan bagi kita karena pada hari ini bapak ibu hadirin senantiasa dapat menghadiri resepsi pernikahan yang diselenggarakan untuk ananda Maemunah dan Sanusi.

Tak lupa shalawat dan salam selalu tercurah kepada baginda besar nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang insya allah menadapatkan syafaat dan rahmat dari Allah SWT. Dan teruntuk bapak ibu yang telah datang untuk saling mendoakan kedua mempelai dan menjaga tali silaturahmi.

Atas nama keluarga besar kedua mempelai, tiada kata lain yang dapat kami haturkan selain ucapkan selamat datang dan rasa berterimakasih yang amat, atas kehadiran bapak ibu pada siang hari ini.

Adapun susunan acara pernikahan ananda MAEMUNAH DAN SANUSI pada siang hari ini 

ialah:
1.        Pembukaan
2.        Pembacaan Ayat Suci Al-Quran Dan Solawat Nabi =è:
3.        Sambutan 2
   a.        Ketua Panitia/Tuan Rumah =è:
   b.        Penerimaan Calon Pengantin Putra =è:
   c.        Penyeahan Calon Pengantin Putra =è:

4.        Pelaksanaan Akad Nikah antara Risma Dini Asrianti dan Herwanto =è: 
5.        Uraian Hikmah Pernikahan =è:
6.        Doa =è:

 

·       Para hadirin tamu undangan yang saya hormati, demi kelancaran dan mengharap berkah marilah kita buka acara kita yang membahagiakan ini dengan Suratul Fatihah. (Ila ala hadihin niatu al-fatihah….)

Semoga dgn diawalinya pembacaan suratul patihah, acara ini diberikan kelancaran serta mendapakan barokan dari Alah SWT. Amin…

·       Bapak ibu hadirin yg saya hormati.  “Sesungguhnya orang – orang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat – ayat-Nya, bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal (QS.Al-Anfal : 2)” Maka dari itu memasuki Acara Selanjutnya atau acara ke 2, marilah kita simak lantunan-lantunan Ayat suci Alquran dan solawat nabi yang akan di bacakan oleh Bpk Ust Dede Jihadin. Kepada bapak waktu dan tempat kami persilahkan.                          

==Demikianlah lantunan2 Ayat Suci Al-quran beserta solawatnya yang begitu indah, semoga Allah melimpahkan rahmat dan ketenangan hati kepada kita semua pada umumnya dan khususnya untuk yang membaca. Dan kepada Bpk Ust. Dede Jihadin Kami ucapkan terimakasih.

·       SAMBUTAN2

a.        Bapak/ibu undangan yang berbahagia.

Sebagai tanda ucapan terima kasih atas kehadiran bapak ibu, kami mengundang perwakilan dari keluarga besar SAIBUL HAJAT untuk menyampaikan sambutan, sekaligus sambutan yang ke tiga. kepada Bapak …………, kami persilakan.

b.        Penyeahan Calon Pengantin Putri =è: Bpk...........

c.        Penerimaan Calon Pengantin Putri =è: Bpk ...........

·       Adapun acara selanjutnya yaitu Tawasul.

=Semoga dengan pembacaan tawasul tadi apa yang menjadi cita2 dari tuan rumah dan khususnya kedua mempelai dikabulkan oleh Allah SWT amin. dan kepada Bpk …….. Kami ucapkan Terimakasih

·       Pelaksanaan Akad Nikah antara Risma Dini Asrianti dan Herwanto dalam hal ini Acara akan dipandu oleh Bapak P2N atau Bpk Tohiran. Waktu dan Tempat kami persilahkan.

=Itulah tadi telah kita saksikan bersama acara akad nikah Risma dan Wawan berlangsung dengan baik dan lancer dan kami ucapkan Selamat. Dan kepada bpk P2N (Bpk M.Tohiran) kami ucapkan terimakasih.

·       Bapak ibu yang berbahagia.

Setelah kita menyaksikan pelaksanaan akad nikah antara adek kita Maemunah dan Sanusi untuk mengiringi langkah keduanya menuju pernikahan yang islami, mari bersama kita mendengarkan tausiyah Uraian Hikmah Pernikahan yang akan disampaikan oleh Bapak Ust.

==Demikian uraian hikamah pernikahan yang telah disampaikan olah bpk ust maman, semoga bermanfaat bagi kita pada umumnya khususnya bagi kedua mempelai, sehingga akan dapat membentuk suatu rumah tanggan yang sakinah mawaddah warrohmah, yang mana sakinah itu berarti kebahagiaan dan mawadah itu artinya ketenangan dan warohmah adalah kasih saying.

·       Bapak ibu yang kami hormati,. Sejenak marilah kita memanjatkan doa untuk kelanggengan kedua mempelai, agar senantiasa dalam membina rumah tangga diberi kesabaran, kelapangan, dan kasih sayang Allah SWT, kepada Bapak ……………….., kami haturkan untuk memimpin doa.

Hadirin yang kami hormati,

Tulusnya cinta, sayang, dan keikhlasan, telah menghantarkan sepasang kekasih dalam bingkai baru mahligai rumah tangga.

Tak lupa doa dan restu dari para orangtua mengiringi keduanya dalam menjalani kehidupan yang baru, juga sebagai pembangkit semangat untuk berjalan menuju hidup yang bahagia. Semoga kedua mempelai selalu diberi limpahan anugerah dari Allah SWT, dijauhkan dari segala rintangan, maupun masalah agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

·       Bapak/ibu yang kami hormati

Dengan mengucap syukur alhamdulilah, sampailah kita dipenghujung acara siang ini. Kami atas nama keluarga besar kedua mempelai, sekali lagi mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran bapak ibu sekalian dan mohon doa restunya, dan Kami selaku pembawa acara apabila terdapat kesalahan / kekurangan dari awal hingga akhir kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan kepada Allah ASTAGFIRULLOH…

Sekali lagi kepada kedua mempelai kami ucapkan selamat, semoga mendapatkan keturunan yang soleh dan solehah. akhir kata :

“ Kalaulah ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalaulah ada umur panjang
Boleh kita berjumpa lagi”

Dan kami akhiri, Billahi Taufik Walhidayah, Wassalamualaikum wr wb